X-Trail Club Indonesia

Coaching Clinic di Nissan Bintaro, 20 Mei 2006

Acara ini diadakan pada tanggal 20 Mei 2006 di Bengkel Nissan Bintaro, dan dihadiri oleh 18 member XCI dan keluarganya.

 Berikut laporan pandangan matanya.

Terimakasih untuk rekan2 pengurus, Nissan Bintaro (Indomobil Multi Trada), dan NMI yang telah memfasilitasi clinic kemarin. Sangat berguna, bermanfaat, dan bisa sekaligus kenalan/silaturahmi dengan rekan2 semua berhubung ini pertama kalinya saya mengikuti acara XCI.

 


Saya datang agak terlambat, mengikuti mobil pak Andre (XCI-003) yang agak berputar2 didepan bundaran Bintaro (sama2 enggak familiar dengan medannya, ya pak… 🙂 Rupanya selain acara coaching clinic, juga ada acara test drive Suzuki Swift dan ada beberapa rekan dari Suzuki club yang datang
ke lokasi yang sama.

Acara clinicnya sendiri dimulai sekitar jam 10:20, dan rekan2 langsung mengajukan berbagai macam pertanyaan yang dijawab dengan detail dan jelas oleh mas M Syaiful dan mas Agung dari NMI. 

Beberapa pertanyaan yang kebetulan saya masih ingat sbb:

Q: Mengapa Xtrail direkomendasikan memakai bahan bakar RON minimal 91 (i.e. pertamax), padahal kompresi rasionya tidak berbeda jauh dengan kompetitor yang diperbolehkan menggukan bahan bakar dengan kadar RON lebih rendah.

A: Sesuai standar yang diberikan pabrik, penggunaan bahan bakar tersebut untuk memberikan tenaga maksimal dan torque sesuai spesifikasi.

Q: Apakah penggunakan bahan bakar dengan RON lebih rendah (i.e. premium) diperbolehkan, dan apakah implikasinya?

A: diperbolehkan, dengan seting pengapian berbeda (dari 11 menjadi 13 derajat) untuk menghindari ‘ngelitik’. Implikasinya bisa dibilang tidak ada terhadap mesin dan komponen lainnya (misalnya catalitic converter), hanya berpengaruh terhadap tenaga dan torque yang dihasilkan selain efisiensi bahan bakar yang akan sedikit lebih boros. Dijelaskan juga bahwa sekitar 40% dari Xtrail yang beredar di Indonesia (diluar Jakarta) menggunakan bahan bakar premium ini, dan ada 1 unit ‘demo’ Xtrail milik NMI yang sekarang sudah mempunyai km sekitar 150.000 menggunakan bahan bakar premium dari awal mulai beroperasi. Pada sesi pertanyaan ini banyak terjadi pertanyaan susulan/tambahan yang akan panjang sekali kalau ditulis seluruhnya.

Q: Material kursi (tipe St) yang relatif sulit untuk dibersihkan dari noda/stain. Apakah bisa dibersihkan menggunakan bensin?

A: Tipe/jenis material sesuai dengan spesifikasi yang diberikan dari Jepang. Pada prinsipnya bila noda relatif baru, masih mudah dibersihkan, dan bila lama akan memerlukan ‘effort’ tambahan. Yang direkomendasikan adalah menggunakan pembersih detergen ringan saja.

Q: Dibandingkan CRV, ‘responsiveness’ dan pengendalian/suspensi lebih enak, tetapi pada kondisi gigi masuk posisi D dan diam/idle/ditahan tidak bergerak/direm getaran dari mesin lebih terasa dikabin. Mengapa, dan apakah bisa diatur/dikurangi getaran mesinnya?

A: Sistem transmisi Xtrail menggunakan sistem fluida, sehingga pada waktu gigi masuk D dan ditahan dengan rem, mesin akan otomatis mencoba menambah tenaga dan menyebabkan getar tersebut. Bila berhenti lama, direkomendasikan untuk pindah gigi ke posisi N. Pada sesi pertanyaan ini banyak terjadi pertanyaan susulan/tambahan yang akan panjang sekali kalau ditulis seluruhnya.

Q: Apakah NMI juga memproduksi/memasang dashboard unit dengan design baru seperti yang terpasang pada Xtrail seri 2.0 (biasanya dipasang dengan seri V-grille) dibeberapa negara lainnya, dan berapa harganya bila ada?

A: Untuk Indonesia hanya dipasarkan dashboard seperti yang dipakai sekarang, dan seluruh unit yang dirakit NMI termasuk untuk ekspor menggunakan dashboard yang sama. Untuk unit yang dipasarkan ke Thailand, perbedaannya adalah menggunakan transmisi 4×4.

Q: Mengapa setir cenderung ‘narik’ kekiri (ditanyakan oleh 2 member XCI)? 

A: Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan hal tersebut: dapat disebabkan kontur jalan, atau kondisi ban/wheel alignment/velg. Standarnya adalah setir seharusnya lurus dan tidak narik kekiri/kekanan – pada sesi pertanyaan ini banyak terjadi pertanyaan susulan/tambahan yang akan panjang sekali kalau
ditulis seluruhnya.


Q: Lampu kabut bemper belakang apakah termasuk parts atau asesori?

A: Akan dicek terlebih dahulu, dan diinformasikan ke milis kemudian.

Q: Permukaan dashboard terkena percikan parfum mobil sehingga menyebabkan noda, apakah bisa dihilangkan?
A: Tipe/jenis material sesuai dengan spesifikasi yang diberikan dari Jepang, dan beberapa cairan kimia bisa menyebabkan noda pada material dashboard (berlaku juga untuk dashboard mobil lainnya). Akan dicek/dilihat apakah noda tersebut bisa dihilangkan/dikurangi.

Q: Aki adalah komponen vital untuk mobil dengan transmisi otomatis. Apakah aman memasang aki baru dengan prosedur biasa (tidak perlu dibawa kebengkel Nissan), apakah tidak merubah seting/reset ECU?

A: Aman – ECU hanya bisa direset/diubah setingnya dengan Nissan Consult-II (kombinasi hardware/ software khusus untuk diagnosa), dan mematikan daya dari aki tidak akan merubah seting. Xtrail didesain untuk tidak terlalu sulit/rumit untuk proses penggantian aki ini, yang perlu direst ulang adalah seting jam, dan frekuensi stasiun radio favorit saja… 🙂 Pada sesi pertanyaan ini banyak terjadi pertanyaan susulan/tambahan yang akan panjang sekali kalau ditulis seluruhnya.

Q: Setelah memasang AC microfilter (opsional, bukan standar), AC harus diset ke posisi 2 untuk mendapatkan proses pendinginan kabin yang cepat dan kemudian baru diset ke posisi 1.

A: AC standar yang terpasang di Xtrail adalah tipe manual (bukan otomatis), sehingga konsekuensi penggunaan microfilter adalah agak lambat untuk mendapatkan proses pendinginan dibandingkan tanpa pemasangan microfilter. Pada sesi ini, banyak diberikan penjelasan tambahan mengenai mekanisme AC,
kegunaan microfilter, mengapa microfilter di Xtrail tidak menjadi komponen standar, dll.

Tambahan pertanyaan secara personal ke mas Syaiful kemudian:
Q: Apakah Xtrail di Indonesia sudah menggunakan NATS (Nissan Anti Theft System)?

A: Untuk pasar Indonesia, Xtrail belum menggunakan NATS ini.

Setelahnya, ada sesi singkat dari pak Teddy menjelaskan tips/tricks untuk mendapatkan penggunaan bahan bakar yang efisien untuk Xtrail, sesi pemberian suvenir dari NMI, dan dilanjutkan dengan ngobrol2 sekaligus makan siang.

Ketemu dengan anggota baru (Henry) yang ternyata teman seangkatan di SMA-6 dahulu. Sampai ketemu diacara berikut…

salam,,,Bambang (XCI-051)


(disadur dari posting milis oleh Bambang Suroyo pada 20 Mei 2006)